SEJARAH WALI SONGO
Gerakan Shalat Subuh berjama’ah di Masjid Al Hidayah Purwosari
Kajian Ustadz Dr. Tiar Anwar Bachtiar

Materi tentang wali song sangat penting karena melihat kondisi masyarakat yang terbagi menjadi 2, yaitu:
1. Mengkultuskan Walisongo, akhirnya muncul banyak mitos dan dongeng yang menyesatkan dan dipercayai oleh masyarakat.
2. Menolak Walisongo, padahal mereka memiliki peran besar dalam menyebarkan agama Islam yang menjadi tonggak persatuan Nusantara

Penamaan Walisongo muncul belakangan yang diberikan oleh para sejarawan.
– Sumber sejarah Walisongo:
1. Babad Walisana (ditulis oleh Sunan Giri II)
2. Suluk Wali Sanga dan Babad Djati (unknown)
3. Babad Demak
4. Babad Tanah Djawi
5. Sadjarah Banten
6. Het Boek van Bonang (diteliti oleh B.J.O Schrieke)

– Makna Wali Songo
1. Wali = Pemimpin
2. Sana = Terpuji/satu tempat tertentu

– Jumlah Walisongo dalam Walisana hanya disebutkan hanya 8 orang dengan Wali Nukhba (pengganti) yang jumlahnya sangat banyak.
– Yang disebut Walisongo:
1. Sunan Ampel
2. Sunan Giri
3. Sunan Bonang
4. Sunan Gunung jati
5. Sunan Drajat
6. Sunan Majagung
7. Sunan Kudus
8. Sunan Kalijaga

– Makam/Kuburan tidak bisa dijadikan sumber sejarah, sebagimana Nabi Adam dan nabi-nabi yang lain belum diketahui kuburannya tapi sejarahnya ada.
– Walisongo sebenarnya adalah:
1. Para ulama dan Dai yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa.
2. Mereka hidup pada masa akhir kekuasaan di Majapahit
3. Mereka bukan yang pertama menyebarkan Islam di kawasan ini, melainkan generasi yang telah berhasil mencapai puncak kejayaan dakwah Islam di tanah Jawa.
4. Mereka bahkan berhasil menjadi pemimpin di daerah masing-masing sehingga disebut ‘Sunan’ atau ‘Susuhunan’ yang artinya pengayom/pelindung.
– Prestasi Walisongo
1. Memaparkan sistem pendidikan Islam (pesantren) dengan pelopor Sunan Giri.
2. Menciptakan komunitas politik (kerajaan kecil) di tempat masing-masing yang dipelopori Sunan Giri.
3. Berhasil meraih simpati rakyat disaat merosotnya kekuasaan Majapahit.
4. Berhasil mendirikan Kerajaan Demak sebagai kerjaan Islam besar pertama di Jawa.