Kajian perdana sabtu wage (14/1) mengangkat tema tentang tanda-tanda hari akhir zaman yang diampu oleh Ustadz Asdi Nurkholis. Kajian sabtu wage ini dilaksanakan ba’da sholat shubuh sampai matahari terbit dan diselingi konsumsi berupa bubur kacang ijo. Pada pertemuan perdana ini, pembahasan difokuskan pada hikmah dari mengkaji atau mempelajari tanda-tanda akhir zaman.

Salah satu bentuk beriman kepada hari akhir yaitu meyakini berita yang datang dari Rasulullah berkaitan dengan tanda-tanda akhir zaman. Baik itu tanda-tanda yang telah terjadi, sedang terjadi ataupun yang belum terjadi. Olehnya itu, perlu kemudian kita membahas bagian dari iman kepada pada hari akhir yaitu mengenal tanda-tanda akhir zaman dengan harapan menambah keimanan dalam hati kita. Adapaun hikmah dari mengkaji tanda-tanda akhir zaman yaitu :

1. Mewujudkan kimanan kepada sesuatu yang gaib. Gaib adalah sesuatu yang tidak bisa dijangkau panca indra. Ciri orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang mengimani perkara yang gaib. Ada 4 hal dalam mewujudkan iman kepada Rasulullah yaitu taat pada perintahnya, membenarkan semua yang datang dari Rasulullah, menjauhi apa yang dilarang dan tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang telah dituntunkan Rasulullah. Membenarkan semua berita yang datang dari Rasulullah termasuk berita-berita yang berkaitan dengan hal gaib seperti turunnya Nabi Isa, munculnya dajjal, peperangan di akhir zaman, ya’juj dan ma’juj, matahari terbit dari barat dan hewan yang berbicara. Semua itu belum terjadi namun kita harus mengimani. Begitupun tanda kiamat yang telah terjadi yang tidak kita jumpai seperti terbelahnya bulan.

2. Menguatkan jiwa kita untuk menjalankan ketaatan dan menyiapkan diri akan datangnya hari kiamat. Allah berfirman dalam surah Al-Mu’minun ayat 15-16 “Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat”. Sungguh beruntung bagi mereka yang menyadari perjalanan hidupnya dan orang yang menyiapkan untuk kehidupan yang kekal abadi. Dengan mengimani bahwa akan adanya kematian dan akan dibangkitkan pada hari kiamat, maka memberi semangat untuk menjalankan ketaatan kepada Allah. Tanamkan dalam hati bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan kita kecuali ketaatan, ketakwaan, dan amal shaleh.

3. Memberi semangat untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Tergerak untuk hijrah dari keburukan menuju kebaikan. Sesungguhnya manusia bisa bertaubat sebelum nyawa sampai di tenggorokan dan sebelum matahari terbit dari arah barat.

4. Tidak dilalaikan untuk sibuk mengurusi dunia yang fana. Semakin memperbanyak amal-amal shaleh yang akan kita petik hasilnya di akhirat kelak. Rasulullah bersabda “Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah yang seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore beriman dan sorenya beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia” (H.R. Ahmad). Hal ini termasuk orang yang paginya sholat tapi sorenya menyekutukan atau berbuat syirik kepada Allah. Ini kemudian banyak tidak disadari oleh kaum muslimin.

5. Bertambah yakin bahwa kejadian di akhir zaman bukan prakiraan, tapi berdasarkan wahyu dan hadist. Hanya Allah yang tau tentang kejadian hari kiamat, sehingga ketika ada orang yang meramal tentang hari kiamat, maka yakinlah itu adalah omong kosong. Rasulullah hanya menyampaikan tandanya, tapi waktu kejadiaanya hanya ada disisi Allah.

6. Menyikapi fenomena akhir zaman sesuai dengan syariat. Ketika terjadi tanda-tanda akhir zaman kita mampu menyikapinya dengan bijak.

7. Menyiapkan jiwa-jiwa kita ketika hari itu tiba.

8. Semakin optimis bahwa islam itu akan ditolong oleh Allah. Dajjal bersama orang munafik akan dikalahkan oleh kaum muslimin bersama Nabi Isa dan Imam Mahdi. Seperti ketika Allah menolong kaum muslimin pada perang badar.

Wallahu a’lam