18 Golongan yang Dido’akan Para Malaikat

     Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mulia telah menceritakan bagaimana kedudukan para malaikat-malaikatNya. Makhluk yang senantiasa mentaati dan mematuhi segala perintah Allah Subahanallahu wa ta’ala, bahkan malaikat memiliki sifat ketaatan yang begitu tinggi kepada Allah. Sebelumnya telah kami paparkan mengenai 18 Golongan yang dido’kan para malaikat, anda bisa melihatnya disini

Berikut ini adalah golongan-golongan yang dido’akan oleh para malaikat:

          10. Orang yang Duduk di Masjid Setelah Shalat

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata: “Rasulullahi Shalallahu’alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya apabila seorang hamba duduk di masjid setelah mengerjakan shalat, maka para Malaikat pun bershalawat baginya. Shalawat mereka baginya: “Ya Allah ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia”. Apabila ia duduk dalam rangka menunggu shalat, maka para malaikat akan bershalawat baginya. Shalawat mereka baginya: “Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia”. (HR. Ahmad (XVI/32 no. 8106). Syaikh Ahmad Syakir mengatakan,”ini adalah hadist yang shahih”.

 

          11.Orang yang Bersedekah di Pagi Hari

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullahi Shalallahu’alahi wasallam bersabda: ‘Tidak seharipun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satunya mengucapkan: “Ya Allah, hancurkan harta orang yang kikir” (Muttafaqun alaih): HR. Al-Bukhari (III/304 no. 1442), Muslim (II/700).

 

          12.Orang yang Bershalawat Kepada Nabi

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu’anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam bersabda: “Siapa yang bershalawat kepada Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam sekali saja, maka Allah dan Malaikat-Nya akan bershalawat kepadanya sebanyak tujuh kali, maka sedikitkan atau perbanyaklah seorang hamba dalam membacanya”. (HR. Ahmad (X/106-107 no. 6605). Al-Hafizh Al-Mundziri menghasankan sanadnya, begitu juga Al-Hafizh Al-Haitsami, Al-Allamah As-Sakhowi dan Syaikh Ahmad Syakir.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggalkan baginya sepuluh derajat/ tingkatan (di surga kelak). (Shahih. HR. An-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261), Ibnu Hibban (no. 904), dan AL-Hakim (no. 2018), disahihkan oleh Ibnu Hibban rahimahullah, Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, juga oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam ”Fathul Baari’” (11/167) dan Al-Albani rahimahullah dalam “Shahihul Adabil Mufrad” (no. 643).

 

           13. Orang yang Mendoakan Saudaranya Tanpa Sepengetahuan Orang yang Didoakan

Dari Shafwan ia mengatakan: “Aku pergi ke negeri Syam dan mengunjungi Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu di kediamannya, namun ia tidka berada di rumahnya. Hanya Ummu Darda’ radhiallahu ‘anha yang ada, ia berkata: Apakah tahun ini engkau akan berangkat hai? “ya” jawabku. Dia berkata: “Do’akanlah kebaikan bagi kami, sebab Nabi Shalallahu’alahi wasallam beliau bersabda: “Do’a orang muslim bagi saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akan adalah do’a yang mustajab (dikabulkan). Di (atas) kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali ia berdo’a bagi saudaranya dengan satu kebaikan maka Malaikat tersebut mengucapkan: “Aamiin” (Ya Allah, kabulkanlah)”. Ibnu Abdillah berkata: “Aku pun pergi ke pasar dan menjumpai Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu, ia pun mengucapkan perkataan serupa, yaitu yang diriwayatkan dari Nabi Shalallahu’alahi wasallam. (HR. Muslim (IV/2094, no. 2733).

 

          14. Orang yang Mengajarkan Kebaikan Kepada Orang Lain

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan: “Disebutkan dua orang kepada Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam, salah satunya adalah ahli dalam ibadah sedangkan yang lainnya adalah seorang alim. Maka Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam bersabda: “Keutamaan seorang alim (orang yang alim terhadap ilmu agama dengan melaksanakan segala kewajibannya) atas orang yang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seseorang yang paling rendah di antara kalian.

Yang dimaksud dengan “kebaikan” adalah ilmu agama dan segala sesuatu yang menyelamatkan seseorang.

 

          15. Shalawat Para Malaikat Bagi Orang-orang yang Makan Sahur

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhum, ia berkata: Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam, bersabda: “Sesungguhnya, Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat bagi orang-orang yang makan sahur” (Shahiihut Targhiib wat Tarhiib 1/519). Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan: hadist ini Shahih).

 

          16. Shalawat Para Malaikat Bagi Orang yang Berpuasa Sedangkan Orang-orang Makan di  Tempatnya

Dari Ummu ‘Umarah binti Ka’ab radhiallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam, bersabda: “Sungguh para Malaikat bershalawat pada orang yang berpuasa sedangkan orang-orang memakan makanannya hingga mereka semua pergi”. (HR. Ahmad (VI/439), At-Tarmidzi (XII/67), Ibnu Khuzaimah (III/307 no. 2138), Ibnu Hibban (VIII/216-217 no. 2430). Imam Tirmidzi memberikan komentar: “hadist ini hasan shahih”.

Syaikh Ahmad ‘Abdurrahaman Al-Banna rahimahullah tatkala menjelaskan sabda Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam, “Para Malaikat bershalawat kepada mereka”, ia pun berkata: “Para Malaikat memohonkan ampunan baginya karena kesabarannya menahan lapar, terutama jikia keinginan jiwanya sangat besar dan ia menahannya dengan kuat”.

 

           17. Do’a dari Para Malaikat Pemikul ‘Arsyi dan yang Ada di Sekitarnya Bagi Orang-orang yang Bertaubat, Lalu Mengikuti Jalan Allah Beserta Karib Kerabatnya

Di surat Ghafir, Allah menceritakan bahwa malaikat ini mendoakan beberapa hamba Allah,

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan Malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, ( ) Ya Tuhan Kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, ( ) dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar“.

(QS. Ghafir: 7 – 9).

Do’a Para Malaikat itu memberi petunjuk bahwa :

  1. Di Bumi ini ada orang yang selalu didoakan oleh para Malaikat.
  2. Yang didoakan oleh para Malaikat tersebut bukan hanya satu orang saja namun termasuk seluruh keluarga dan keturunannya.

Lantas siapakah yang dido’akan para malaikat tersebut?

  1. Manusia yang bertobat dari Kesalahan yang pernah ia lakukan. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Sebaik-baiknya manusia adalah yang pernah berbuat salah kemudian ia menyadari kesalahannya serta bertobat dan tidak mengulangi laki kesalahannya.
  2. Manusia yang selalu berusaha mengikuti Jalan yang dituntunkan oleh Allah melalui Nabi Yang Mulia Rasulullah SAW.
  3. Hamba yang selalu mengerjakan Amal Shaleh di antara Bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka.

 

        18. Shalawat Para Malaikat Kepada Nabi

Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab : 56)

Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya ‘Al-Jauhar Al Munadzam’, Al Ghazali r.a. ditanya tentang pengertuan bahwa sholawat kita yakni Allah akan memberikan sepuluh dan seratus sholawat kepada orang mengucapkan satu sholawat kepadanya, juga tentang pengertian Rasulullah akan memintakan do’a kepada Allah SWT bagi umatnya yang mengucapkan sholawat kepadanya, apakah Rasulullah merasa puas dengan sholawat tersebut ? Lantas al Ghazali menjawab dengan beberapa tambahan, arti sholawat Allah kepada Rasul-Nya dan pada orang-orang yag mengucapkan sholawat kepadanya adalah limpahan beragam kemuliaan dan kelembutan ni’mat serta karunia dan kemuliaan yang sempurnya kepada Nabi Muhammad SAW, sesuai dengan kepatutannya dan kepantasan mereka. Adapun sholawat kita dan sholawat para malaikat adalah permintaan dan permohonan kesempurnaan tersebut dan keinginan untuk mencurahkan kesempurnaan itu kepadanya.

Wallahu’alam.

 

Sumber: Kajian Ustad Abu Nida’ Fatahullah (9-10 Desember 2017), www.muslimah.or.id, www.thewingsofislam.wordpress.com, dan Fanspage: MENCINTAI SUNNAH RASUL SAW.