Al-Qur’an dan As-Sunnah yang mulia telah menceritakan bagaimana kedudukan para malaikat-malaikatNya. Makhluk yang senantiasa mentaati dan mematuhi segala perintah Allah Subahanallahu wa ta’ala, bahkan malaikat memiliki sifat ketaatan yang begitu tinggi kepada Allah.

Malaikat merupakan makhlukNya yang dimuliakan bahkan Allah berfirman yang artinya, “Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya“. (QS Al-Anbiyaa’ 26-28).

Sebagai makhluk yang mulia kedudukannya dan juga termasuk dalam golongan makhluk yang selalu dikabulkan do’anya. Para malaikat tidak pernah berbuat sesuatu kecuali berdasarkan apa yang diperintahkan oleh Allah. Ini juga bermakna, para malaikat tidak pernah mendo‘akan seorang hamba kecuali orang-orang yang diridhai Allah. Maka lakukankanlah amalan-amalan yang membuat kita mendapat tempat dalam golongan orang-orang yang dido‘akan oleh para malaikat.

Berikut ini adalah golongan-golongan yang dido’akan oleh para malaikat,

  1. Orang yang Tidur Dalam Keadaan Suci (Berwudhu’)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda:

“Sucikanlah badan-badan kalian dan semoga Allah mensucikan kalian, karena tidak ada seorang hamba pun yang tidur di malam hari dalam keadaan suci melainkan Malaikat akan bersamanya dalam kainnya dan tidak sesaat pun ia membalikan badannya melainakan Malaikat mengucapkan: “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena sesungguhnya ia tidur dalam keadaan suci” (HR. Thabrani, Al-Hafizh Al-Mundziri berkata hadist ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dengan sanad jayyid. Al-Hafizh menghukumi sanadnya dengan jayyid (Fathul Bari (XI/109)).

Begitupun orang yang berniat untuk bangun shalat malam, sebagaimana hadist dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda:

“Orang yang mendatangi tempat tidurnya sedangkan dia berniat untuk bangun shalat malam, lalu dia tertidur sampai pagi niscaya ditulis untuknya apa yang dia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabb kepadanya” (HR. An-Nasai, Ibnu Majah dengan sanad Hasan, Ibnu Hibban dalam Shahihnya) (Shahihut Targhiib wa Tarhiib (1/21), Syaikh Al-Albani berkata,”Hasan Sahih”)

Orang yang berdoa sebelum tidur akan mendapatkan pahala dari Allah, hadist Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam yang diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “Apabila engkau hendak tidur, maka wudhu’lah seperti wudhu’mu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi kananmu, lalu ucapkanlah (doa tidur cari di internet) Apabila engkau mati pada malam hari itu, maka engkau mati dalam keadaan fitrah (Islam) dan jika engkau bangun pagi, bangun pagi telah mendapatkan pahala”. (HR. Al-Bukhari (247), Muslim (2710), Abu Dawud (5046), Ahmad (18044), At-Tirmidzi (3394), Ibnu Majah (3876), dan Ad-Darimi (2683).

  1. Orang yang Menjenguk Orang Sakit

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “Tidaklah seorang Muslim menjenguk (saudaranya) Muslim yang sedang sakit di pagi hari melainkan tujuh puluh ribu malaikat akan bershawalat kepadanya sampai sore hari. Dan apabila dia menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya sampai pagi hari dan ia mendapatkan kebun di Surga”. (HR. At-Tirmidzi (III/300 no. 969), dan ia mengatakan: Hadist ini “hasan gharib”, Ibnu Majah (I/463 no. 1442), Abu Dawud (III/375 no. 3098, 3099, dan 3100). Syaikh Al-Albani dalam Shahih Jaami’it Tirmidzi (I/286) mengatakan: “Hadist ini Shahih”. Begitu pula Ibnu Hibban dalam Mawariduzh Zham-aan (hlm. 182 no. 710).

Tatkala menjelaskan hadist ini, Syaikh Ahmad ‘Abdurrahman Al-Banna rahimahullah mengatakan,” Shalawat para Malaikat kepada Manusia adalah doa mereka dengan kasih sayang dan ampunan. Kalimat,”Di waktu siang kapan pun, bermakna semenjak orang itu menjenguk saudaranya. Jika hal itu dilakukan pada siang hari, maka Malaikat akan bershalawat hingga matahari terbenam dan jika dilakukan pada malam hari, maka Malaikat akan bershalawat hingga terbit fajar. Karenanya, orang yang menjenguk harus bersegera dari pagi hari atau bersegera pada awal malam, supaya ia mendapatkan lebih banyak shalawat dari para Malaikat.” (lihat Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibbaan (VII/224)

  1. Para Malaikat Mengaminkan Semua Doa Yang Diucapkan Manusia di Dekat Orang yang Sakit dan Orang yang Tekah Wafat

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan, Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “Apabila kalian mengunjungi (menjenguk) orang sakit atau jenazah, maka ucapkanlah kebaikan, sebba sesungguhnya Malaikat mengaminkan apa-apa yang kalian ucapkan”. (HR. Muslim (II/633 no. 919), At-Tirmidzi (IV/46 no. 984), Al-Baihaqi (As-Sunan Al Kubro IV/107 no. 7124)

  1. Orang yang Duduk Menunggu Waktu Shalat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “Tidaklah salah seorang di antara kalian duduk dalam rangka menunggu shalat, dalam keadaan shalat –suci dari hadast- melainkan para Malaikat akan mendoakannya: “Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia” (HR. Muslim (I/460 no. 469).

  1. Orang yang Berada di Shaff Terdepan dalam Shalat

Dari Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “sungguh Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada di shaff pertama”. (HR. Abu Dawud (II/257 no 660), Ibnu Khuzaimah (III/26 no. 1557) dishahihkan oleh Al-Albani (lihat Shahih Sunan Abu Dawud (I/130).

Nabi shallahu ‘alahi wassalam juga memohonkan ampunan untuk orang-orang yang berada di shaff pertama sebanyak tiga kali dan shaff kedua sekali, sebagaimana hadist dari Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, “bahwasanya Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam memohon ampun untuk shaff pertama tiga kali dan shaff kedua satu kali”.(Shahih: HR. An-Nasa’i (817), Ibnu Majah (996), Ibnu Khuzaimah (III/27), dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahihun Nasa’i (I/177) dan Shahiihut Targhiib wa Tarhiib (490).

  1. Orang yang Berada di Shaff Sebelah Kanan dalam Shalat

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “Sungguh Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada di Shaff-shaff sebelah kanan”.(HR. Abu Dawud (II/263 no. 676), Ibnu Majah (I/180-181 no. 991), Ibnu Hibban (V/533-534 no. 2160). Al-Hafizh Al-Mundziri berkata: diriwayatkan oleh Abu dawud dan Ibnu Majah dengan sanad Hasan (At-Targhib wa Tarhib). Sanadnya dihasankan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar (Fathul Baari II/ 213).

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan “Apabila kami mengerjakan shalat di belakang Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam, kami sangat ingin berada di sebelah kanan beliau, di mana beliau akan menghadap kami dengan wajah beliau”.(HR. Shahih Muslim, Kitab Shalaatul Musaafiriin wa Qashruhaa (I/492 no. 709).

  1. Orang yang Menyambung Shaff

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “Sungguh Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang menyambung barisan-barisan shalat”. (HR. Ahmad (VI/67), Ibnu Majah (I/179 no. 981), Ibnu Hibban (V/536 no. 2163), Ibnu Khuzaimah (III/ 23), Al-Hakim (I/213), ia berkata hadist ini shahih sesuai syarat Imam Muslim, tetapi Muslim dan Al-Bukhari tidak meriwayatkannya dna disetujui oleh Adz-Dzahabi. Hadist ini dishahihkan oleh Al-Albani (Shahihut Targhib wa Tarhib (I/272).

  1. Orang yang Shalat Subuh dan Ashar Secara Berjama’ah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam bersabda: “Para Malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat Subuh dan Ashar. Kemudian Malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka –dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hambanya)-,”Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” para Malaikat menjawab,”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari (no. 555) dan Muslim (no. 632).

  1. Malaikat mengucapkan Amin Selesai Imam Membaca Surah Al-Fatihah

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah shallahu ‘alahi wassalam telah bersabda: “Apabila imam shalat membaca “Ghairil Maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaaaaalliiiiiin”, maka ucapkanlah oleh kalian: “Aamiin”[karena para Malaikat mengucapkan: Aamiin. Dan Imam juga mengucapkan: “Aamiin”], karena siapa pun yang ucapan (aamiin) nya itu bersamaan dengan ucapan (aamiin) nya Malaikat, maka dosanya yang telah lalu diampuni”. (HR. Al-Bukhari (II/266 no. 782), Muslim (410), Malik dalam Al-Muwaththa’ (I/195, no. 45), Ahmad (II/459), Abu Dawud (935), An-Nasa’i (II/144), Ibnu Khuzaimah (570), dan Al-Baihaqi (II/55). Tambahan dalam kurung [] adalah milik An-Nasa’i.

 

Sumber: Kajian Ustadz Abu Nida Fatahullah.